Tari Topeng dan Sejarahnya

Monday, May 6th, 2013 - Tarian Tradisional Indonesia

Tari Topeng bukanlah sebuah tarian biasa. Bisa dikatakan bahwa tarian ini adalah tarian yang spesial dan unik. Hal ini mungkin dikarenakan oleh aura maskulin yang dpancarkan oleh para penari ketika mereka menarikan tarian ini, dan ini diperlengkap oleh topeng-topeng para penari pakai untuk membuat tarian ini komplit. Tentu saja, topengnya bukanlah topeng biasa yang sayu dan lemah tetapi topeng keras yang mempunyai muka yang sangar dan, bisa dikatakan, sangat laki-laki. Akan tetapi, tarian ini adalah sesuatu yang lebih dari tarian. Tarian ini mempunyai sejarah yang lumayan panjang dan signifikan. Dalam artikel ini, sejarah tarian bernama topeng ini akan diceritakan, dan jenis-jenis tarian ini akan disebutkan.

TARI TOPENG

Sejarah Tari Topeng

Tari Topeng tua ini mempunyai sejarah yang simpel yang juga tidak simpel. Pada jaman dahulu kala, Cirebon adalah pusat dimana banyak orang datang dan pergi untuk meneybarkan agama Islam didalam negeri. Sunan Gunung Jati, orang yang waktu itu sedang berkuasa di Cirebon, memutuskan untuk membuat sebuah tarian yang bisa membantu dalam penyebaran agama Islam. Bekerja sengan Sunan Kalijaga, akhirnya Sunan Gunung Jati membuat sebuah tarian bernama Tari Topeng, dimana setiap gerakan adalah suatu gerakan yang berhubungan dengan agama Islam. Ada versi lain dimana Sunan Gunung Jati membuat tarian ini dikarenakan oleh fakta bahwa ia tidak bisa menandingi kesaktian Pangeran Curug Sewu dari Karawang, akan tetapi, satu hal yang jelas dari tarian ini: tarian ini adalah bentuk kesetiaan Sunan Gunung Jati kepada agama Islam.

Tari Topeng dan Pesan Agama

Percaya atau tidak, setiap gerakan yang penari lakukan di dalam tarian yang bernama Tari  Topeng ini berhubungan dengan Islam dan mempunyai pesan religius dalam sendirinya. Tarian yang bernama adalah tarian yang bernama Tari Topeng Panji. Dalam tarian ini, sang penari harus berhati-hati karena gerakannya harus halus dan tidak kasar. Hal ini menggambarkan manusia dan kesuciannya ketika ia baru lahir. Tari kedua, yaitu Tari Samba atau Pamindo, menggambarkan masa kecil sang manusia tersebut, lincah dan gesit. Tarian ketiga yang dinamakan Tari Rumyang juga berhubungan dengan masa kecil anak anak, lebih tepatnya masa remaja anak tersebut.

Tari Topeng yang keempat dan kelima adalah tarian yang bisa dimasukan kedalam kategori yang berbeda dari yang lainnya. Tarian yang keempat, dinamai Tari Tumenggung atau Patih, adalah tarian dimana manusia sudah bisa dikatakan sebagai seorang yang dewasa dan berkembang. Dalam tarian ini, sifat manusia yang sudah dewasa diwakilkan dengan gerakan-gerakan yang sangat tegas. Dalam gerakan ini, makna-makna separti tanggung jawab dan korsa jiwa Paripurna sangat bisa dilihat, dimana manusia sudah menemukan jati dirinya yang benar dan tidak kebingungan lagi. Tetapi, tarian terakhir, yaitu Tarian Kelana atau Rahwana, adalah tarian dimana sang penari harus menunjukan sifat kemarahan yang manusia punyai. Dalam tarian ini, manusia digambarkan sebagai makhluk yang serakah, pemarah, dan ambisius. Ya, tarian Topeng adalah sebuah tarian yang beshubungan dengan manusia dan sifatnya, menunjukan bahwa kita harus tunduk kepada Allah SWT.

Tari Topeng dengan Manusia

Seperti yang bisa dilihat, tarian ini adalah tarian yang sangat melekat dengan hidup manusia dan alam sekitar manusia. Mungkin tarian bernama Topeng ini tidak mempunyai makan yang besar di zaman modern ini, tetapi fakta bahwa tarian ini adalah tarian sakral tidak boleh dilupakan dari pikiran orang-orang. Tari Topeng adala tarian suci yang harus diperlakukan dengan tunduk dan hormat, dan akan baiknya jika semua orang memperlakukan tarian ini dengan rasa hormat yang besar.

Incoming search terms:

Tari Topeng dan Sejarahnya | Rahimawati Imut | 4.5