16th April 2013 Cat: Rumah Adat with No Comments »

Dalam mempelajari adat istiadat dan kebudayaan Indonesia termasuk Bali, tak lepas dari mempelajari rumah adat Bali.  Rumah adat di Bali dibangun berdasarkan aturan yang ada di dalam kitab suci Weda. Pembangunan rumah ini harus sesuai dengan aturan asta Kosala Kosali yang mengatur tentang tata peletakan rumah. Aturan ini mungkin hampir mirip dengan aturan feng shui yang terkenal di china.

Rumah Adat Bali dan Filosofi yang Terkandung dalam Pendiriannya

RUMAH ADAT BALI GAMBAR

Ada filosofi yang terkandung di balik pembangunan rumah adat Bali. Rumah adat yang ada di Bali merupakan cerminan akan kondisi masyarakat yang ada. Ada 3 aspek atau nilai yang harus dikandung dalam rumah adat di Bali. Menurut masyarakat Bali, keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat akan terwujud jila seseorang mampu mewujudkan hubungan yang sinergis antara pawongan (penghuni rumah), palemahan (lingkungan dari tempat rumah itu berada), dan parahyangan. Pembangunan rumah di Bali harus memenuhi ketiga aspek tersebut, yang biasa disebut sebagai Tri Hita Karana.

Kebanyakan rumah adat Bali selain dibangun atas dasar ketiga aspek tadi, juga dibangun dan dihias dengan pernak pernik seperti ukir-ukiran kayu berwarna kontras namun terkesan alami. Dalam setiap hiasan atau pernak-pernik yang ada di sebuah rumah adat di Bali, ada filosofi atau makna yang dianut: misalnya adanya patung-patung yang merupakan simbol pemujaan mereka terhadap sang pencipta, atau ucapan terima kasih terhadap dewa-dewi.

Cerminan Budaya Masyarakat Bali

RUMAH ADAT BALI

Masyarakat Bali merupakan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi kebudayaan, dan itu tercermin dari kebiasaan sehari-hari maupun dari arsitektur bangunan yang ada di sana: baik itu rumah adat Bali yang mereka tempati, gedung-gedung umum, tempat peribadatan, dan lainnya. Dulunya, setiap rumah adat di Bali yang ditempati terdiri dari beberapa bangunan kecil yang disatukan oleh pagar yang mengitari rumah tersebut. Dengan berkembangnya model arsitektur rumah dan berkembangnya jaman, rumah di Bali sekarang tidak lagi terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah.

Seperti yang diulas dalam tulisan di atas, pembangunan rumah adat di Bali sangat berpedoman pada lontar asta Kosala Kosali dan sesuai dengan prinsip Tri Hita Karana. Setiap rumah adat yang dibangun di sana harus memenuhi prinsip tersebut karena masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi pedoman hidup yang terdapat dalam kitab suci dan tuntunan adat turun temurun. Setiap hal yang tertulis dalam kitab suci selalu ditati oleh masyarakat Bali, karena masyrakat Bali terkenal sebagai warga yang emnjunjung tinggi budaya dan adat istiadat. Untuk lebih jelasnya, mungkin anda bisa mencari beberapa keterangan mengenai rumah adat Bali dan keterangannya maupun rumah adat Bali dan fungsinya. Adanya rumah adat merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia.

Leave a Comment for Rumah Adat Bali dan Filosofinya


8 + seven =